Hey guys!!!! It's me again. Guess what???? I made this post at my class room. Hahaha I know, this post isn't important at all.... I just bored now and want to make this post.... Ok that's it, what I want to write..... #GEJE
Having A Coke With You
Diposting oleh
Fauzan Damara
Having a coke with you
Is even more fun than
going to San Sebastian,
Irun, Hendaye, Biarritz, Bayonne,
or being sick to my stomach,
on the Travesera de Gracia in Barcelona
Partly because your orange shirt,
you look like better happier St. Sebastian
Partly because of my love for you
In the warm New York four o'clock night,
we are drifting back and forth
between each other,
like a tree breathing trough its spectacles
And the portrait show seems
to have no faces in it at all,
just pain
You suddenly wonder why in the world
anyone ever did them
I look at you, and I would rather
I look at you,
than all the portraits in the world...
#I take this poem from the movie 'Beastly' Lindy and Hunter read it beautifully, so romantic. Then I take this poem for my blog's posting :) I hope you like it :)
Something Shocking Was Fallen From the Sky
Diposting oleh
Fauzan Damara
Payah! Gerutu Seth yang terlihat
muram dan belepotan noda merah dari minuman di sana-sini, meninggalkan auditorium
sekolah. Ia meninggalkan pesta dansa lebih awal, daripada siswa yang lain. Pesta dansa malam ini merupakan mimpi buruk
baginya. Seth, menjadi bahan lelucon teman-teman sekolahnya malam itu.
Dari awal Seth sudah mengetahuinya,
bahwa ia hanya akan di permalukan pada saat pesta dansa. Namun, ibunya
memaksanya untuk datang ke pesta dansa. Ia tidak ingin mengecewakan ibunya, dan
terpaksa datang ke pesta dansa malam itu.
Rowenna, pasangan dansanya
mencampakan Seth begitu saja. Padahal, Rowenna memohon-mohon pada Seth untuk
pergi bersamanya ke pesta dansa sebelumnya. Kini, Rowenna malah bermesraan bersama
pria lain dan tidak menghiraukan Seth.
Mark musuh bebuyutannya dan juga
kawan-kawannya, dengan sengaja menjebak Seth dan berpura-pura menyuruh Seth
membawakan beberapa minuman. Tanpa sepengetahuan Seth lantai di dekat Mark
telah di buat licin. Sehingga, ketika Seth hendak memberikan minuman tersebut
kepada Mark, ia jatuh tergelincir. Minuman yang berwarna merah tersebut, tumpah
mengguyur Seth. Seketika, Seth menjadi pusat perhatian. Yang lebih parah,
ketika ia mencoba untuk bangun ia tergelincir lagi dan lagi.
Tidak ada seorang pun yang
membantunya. Kerumunan siswa lainnya hanya mentertawakan Seth, yang bersusah
payah untuk berdiri. Berulang kali Seth mencoba untuk berdiri, namun goyah
hingga akhirnya tergelincir lagi. Setelah Seth dapat berdiri dan menyeimbangkan
tubuhnya, ia pergi meninggalkan auditorium. Seth pergi membersihkan diri.
Tuxedo milik ayahnya hampir robek di
jahitan bagian samping. Dirinya benar-benar berantakan. Rambut cokelatnya,
lengket gara-gara tumpahan minuman yang mengguyurnya saat ia terjatuh
tadi. Noda merah, yang berasal dari
minuman ada di aman-mana. Yang ingin Seth lakukan sekarang hanyalah bertemu dan
bebicara pada Hale, sahabat satun-satunya, yang selalu memberinya dukungan saat
ia terpuruk seperti sekarang. Namun, Hale kini sedang mengikuti program
pertukaran pelajar ke Inggris, dan tidak bisa memberi Seth semangat juga ikut
merasakan pesta dansa di Westfield High.
Setelah Seth selesai membersihkan
diri, ia pergi meninggalkan sekolahnya Westfield High. Baginya Westfield High
hanyalah kenangan buruk masa remajanya yang akan ia lupakan kelak nanti.
Di sekolah Seth, hanyalah siswa
pintar namun culun yang tidak di hargai dan juga tidak begitu pandai dalam
urusan bergaul. Hale hanyalah teman satu-satunya yang ia miliki. Dia dan Hale
sudah berteman semenjak mereka duduk di taman kanak-kanak. Meskipun Hale adalah
siswi populer di sekolah. Hale tidak pernah sungkan berteman dengan Seth.
Itulah yang Seth sukai dari Hale.
Seth sengaja pulang dengan berjalan
kaki dari sekolahnya. Ia sengaja mengulur waktu, agar ibunya tidak tahu bahwa
ia pulang lebih cepat. Ibunya benar-benar terobsesi dengan pesta dansa Seth.
Ibunya berharap, Seth akan menikmati pesta dansanya. Tetapi yang terjadi
sebenarnya, Seth sama sekali tidak menikmati pesta dansanya.
Westfield High sudah berada jauh di
belakang. Seth berhenti sebentar, dan melirik jam tangannya. “Hm... masih jam
10. Masih terlalu cepat untuk pulang.”
Ia berjalan kembali. “Yang aku butuhkan sekarang hanyalah, pergi
menghilang dan menjernihkan pikiranku. Itu saja. Dan masalah pun hilang.
Selesai. Oh, apakah aku sudah gila! Aku berbicra sendiri!” Seth berbicara pada
dirinya sendiri. “Oke, taman. Lebih baik aku pergi ke taman, menjernihkan
pikiranku dan memikirkan, bagaimana semua masalah yang tidak dapat dihilangkan
ini, lenyap.”
Seth memutuskan untuk pergi ke
taman, menjernihkan pikirannya yang penuh masalah. Masalah besar.
Seth berbelok sebelum pulang ke
rumahnya. Taman di dekat rumahnya adalah salah satu tempat favoritnya, ketika
ia dihadapkan berbagai masalah. Di taman, biasanya Seth duduk di bawah pohon ek
tua yang berdiri kokoh, sambil menatap langit di kejauhan.
“Sempurna. Tidak ada seorang pun.
Dan sekarang akulah yang menguasai tempat ini.” Seth berjalan menuju pohon ek,
yang letaknya agak menjorok ke dalam taman. Ia duduk menyandarkan tubuhnya di
batang raksasa pohon ek tersebut.
“Ahh... sekejap menikmati
ketenangan.” Seth bersantai sejenak. Ia menatap langit malam itu yang penuh
dengan bintang. “Andai saja, aku ini adalah bintang. Yang tak perlu datang ke
pesta dansa, tak akan di campakan dan di kerjai teman-teman, dan tak perlu
memikirkan semua masalah ini. Dasar kau payah Seth.” Ia menyalahkan dirinya
senidiri.
Satu jam penuh Seth hanya memandangi
langit sambil bergumam tak jelas pada dirinya sendiri. Tiba-tiba perhatiannya
tertuju pada langit yang sedang ia pandangi.
“Hey, sepertinya aku baru pertama
kali melihat bintang itu. Aku yakin. Apakah itu venus?” Perhatian Seth tertuju
pada salah satu bintang. Cahaya bintang tersebut berpendar biru lebih terang
dari bintang lainnya. Ukurannya pun lebih besar. “Indah sekali.” Seth
terkagum-kagum.
Makin lama ia perhatikan ukuran
benda yang seperti bintang tersebut semakin membesar. Dan juga bergerak.
“Oh, Meteor jatuh sepertinya.” Seth semakin
kagum. Namun sepertinya, bintang tersebut terlihat bergerak mengarah ke bumi.
Pandangan Seth terus tertuju pada benda di langit itu. “Meteor Jatuh!
Pemandangan langka...”
Benda tersebut terlihat sudah
memasuki atmosfir bumi. “...di daerah mana ya meteor tersebut jatuh kira-kira.”
Seth menebak-nebak.
Tiba-tiba benda yang ada di langit
itu terlihat mengarah jatuh di tempat yang tidak jauh dari taman. Terdengar
ledakan yang cukup keras disertai kilatan cahaya terang. Tanah pun berguncang.
Seth terkejut akan ledakan tersebut.
“Hah! Jatuh sedekat itu!” Seth
bangkit dan berlari ke arah jatuhnya benda langit itu. Ia lari menerobos hutan
di belakang taman. Jalanan yang ia lewati penuh dengan semak-semak. Ia penasaran akan benda tersebut, walaupun
tahu bahwa ini sedikit beresiko.
Tak lama kemudian, Seth tiba di
tempat kejadian. Asap mengepul mengahalngi pemandangan, jarak pandang pun
terbatas. Ia harus berhati-hati. Terdapat kobaran api kecil di semak-semak yang
ada di sekitar.
Seth semakin mendekat. Ia mendekati
tempat jatuhnya benda langit. Hingga akhirnya ia benar-benar terkejut melihat
benda yang jatuh tersebut. Itu bukan benda langit. Itu bukan benda, itu seorang
manusia. Ia yakin. Itu seorang manusia. [...]
to
be continued...
Release It (Forgive Me)
Diposting oleh
Fauzan Damara
Here
inside
My
heart is scream
Screams
for this hurt,
Hurts
for this pain,
And
pains for this feeling
I
just can’t make this hurt over
I
can’t left this out
It’s
always deepen in my heart,
It’s
always being like this, hurt inside
The
scars that I made it by myself
I
just really want to, I just really want to release
Release
it from my self
All
my bad habits,
I
just really want to, I just really want to release
Release
it from my self
Disappear,
disappear and gone
And
never going back
Please
Forgive me
It’s
harder for me,
Holding
all promises from you
That
I was disappointed to you
That
I was hurt to you
And
now,
I
know how do you feel inside
Cause
now I’m the one that’s hurting
Forgive
me please,
I
would never do that again to you
I
would release all my bad
I
just really want to, I just really want to release
Release
it from my self
All
my bad habits,
I
just really want to, I just really want to release
Release
it from my self
Disappear,
disappear and gone
And
never going back
Please
Forgive me
I
dream of, if it could be release it
I
dream of, it would be easy to release this hurt
But
I know, it’s hard to do
Is
this my destiny?
Or
is just a karma for me,
That
I ever hurt you
And
now I feel it
I
just really want to, I just really want to release
Release
it from my self
All
my bad habits,
I
just really want to, I just really want to release
Release
it from my self
Disappear,
disappear and gone
And
never going back
Please
Forgive me
Langganan:
Komentar (Atom)
Loneliness
The end comes when we no longer talk with ourselves. It is the end of genuine thinking and the beginning of the final loneliness.
