Hey guys!!!! It's me again. Guess what???? I made this post at my class room. Hahaha I know, this post isn't important at all.... I just bored now and want to make this post.... Ok that's it, what I want to write..... #GEJE
#I take this poem from the movie 'Beastly' Lindy and Hunter read it beautifully, so romantic. Then I take this poem for my blog's posting :) I hope you like it :)
Payah! Gerutu Seth yang terlihat
muram dan belepotan noda merah dari minuman di sana-sini, meninggalkan auditorium
sekolah. Ia meninggalkan pesta dansa lebih awal, daripada siswa yang lain.Pesta dansa malam ini merupakan mimpi buruk
baginya. Seth, menjadi bahan lelucon teman-teman sekolahnya malam itu.
Dari awal Seth sudah mengetahuinya,
bahwa ia hanya akan di permalukan pada saat pesta dansa. Namun, ibunya
memaksanya untuk datang ke pesta dansa. Ia tidak ingin mengecewakan ibunya, dan
terpaksa datang ke pesta dansa malam itu.
Rowenna, pasangan dansanya
mencampakan Seth begitu saja. Padahal, Rowenna memohon-mohon pada Seth untuk
pergi bersamanya ke pesta dansa sebelumnya. Kini, Rowenna malah bermesraan bersama
pria lain dan tidak menghiraukan Seth.
Mark musuh bebuyutannya dan juga
kawan-kawannya, dengan sengaja menjebak Seth dan berpura-pura menyuruh Seth
membawakan beberapa minuman. Tanpa sepengetahuan Seth lantai di dekat Mark
telah di buat licin. Sehingga, ketika Seth hendak memberikan minuman tersebut
kepada Mark, ia jatuh tergelincir. Minuman yang berwarna merah tersebut, tumpah
mengguyur Seth. Seketika, Seth menjadi pusat perhatian. Yang lebih parah,
ketika ia mencoba untuk bangun ia tergelincir lagi dan lagi.
Tidak ada seorang pun yang
membantunya. Kerumunan siswa lainnya hanya mentertawakan Seth, yang bersusah
payah untuk berdiri. Berulang kali Seth mencoba untuk berdiri, namun goyah
hingga akhirnya tergelincir lagi. Setelah Seth dapat berdiri dan menyeimbangkan
tubuhnya, ia pergi meninggalkan auditorium. Seth pergi membersihkan diri.
Tuxedo milik ayahnya hampir robek di
jahitan bagian samping. Dirinya benar-benar berantakan. Rambut cokelatnya,
lengket gara-gara tumpahan minuman yang mengguyurnya saat ia terjatuh
tadi.Noda merah, yang berasal dari
minuman ada di aman-mana. Yang ingin Seth lakukan sekarang hanyalah bertemu dan
bebicara pada Hale, sahabat satun-satunya, yang selalu memberinya dukungan saat
ia terpuruk seperti sekarang. Namun, Hale kini sedang mengikuti program
pertukaran pelajar ke Inggris, dan tidak bisa memberi Seth semangat juga ikut
merasakan pesta dansa di Westfield High.
Setelah Seth selesai membersihkan
diri, ia pergi meninggalkan sekolahnya Westfield High. Baginya Westfield High
hanyalah kenangan buruk masa remajanya yang akan ia lupakan kelak nanti.
Di sekolah Seth, hanyalah siswa
pintar namun culun yang tidak di hargai dan juga tidak begitu pandai dalam
urusan bergaul. Hale hanyalah teman satu-satunya yang ia miliki. Dia dan Hale
sudah berteman semenjak mereka duduk di taman kanak-kanak. Meskipun Hale adalah
siswi populer di sekolah. Hale tidak pernah sungkan berteman dengan Seth.
Itulah yang Seth sukai dari Hale.
Seth sengaja pulang dengan berjalan
kaki dari sekolahnya. Ia sengaja mengulur waktu, agar ibunya tidak tahu bahwa
ia pulang lebih cepat. Ibunya benar-benar terobsesi dengan pesta dansa Seth.
Ibunya berharap, Seth akan menikmati pesta dansanya. Tetapi yang terjadi
sebenarnya, Seth sama sekali tidak menikmati pesta dansanya.
Westfield High sudah berada jauh di
belakang. Seth berhenti sebentar, dan melirik jam tangannya. “Hm... masih jam
10. Masih terlalu cepat untuk pulang.”Ia berjalan kembali. “Yang aku butuhkan sekarang hanyalah, pergi
menghilang dan menjernihkan pikiranku. Itu saja. Dan masalah pun hilang.
Selesai. Oh, apakah aku sudah gila! Aku berbicra sendiri!” Seth berbicara pada
dirinya sendiri. “Oke, taman. Lebih baik aku pergi ke taman, menjernihkan
pikiranku dan memikirkan, bagaimana semua masalah yang tidak dapat dihilangkan
ini, lenyap.”
Seth memutuskan untuk pergi ke
taman, menjernihkan pikirannya yang penuh masalah. Masalah besar.
Seth berbelok sebelum pulang ke
rumahnya. Taman di dekat rumahnya adalah salah satu tempat favoritnya, ketika
ia dihadapkan berbagai masalah. Di taman, biasanya Seth duduk di bawah pohon ek
tua yang berdiri kokoh, sambil menatap langit di kejauhan.
“Sempurna. Tidak ada seorang pun.
Dan sekarang akulah yang menguasai tempat ini.” Seth berjalan menuju pohon ek,
yang letaknya agak menjorok ke dalam taman. Ia duduk menyandarkan tubuhnya di
batang raksasa pohon ek tersebut.
“Ahh... sekejap menikmati
ketenangan.” Seth bersantai sejenak. Ia menatap langit malam itu yang penuh
dengan bintang. “Andai saja, aku ini adalah bintang. Yang tak perlu datang ke
pesta dansa, tak akan di campakan dan di kerjai teman-teman, dan tak perlu
memikirkan semua masalah ini. Dasar kau payah Seth.” Ia menyalahkan dirinya
senidiri.
Satu jam penuh Seth hanya memandangi
langit sambil bergumam tak jelas pada dirinya sendiri. Tiba-tiba perhatiannya
tertuju pada langit yang sedang ia pandangi.
“Hey, sepertinya aku baru pertama
kali melihat bintang itu. Aku yakin. Apakah itu venus?” Perhatian Seth tertuju
pada salah satu bintang. Cahaya bintang tersebut berpendar biru lebih terang
dari bintang lainnya. Ukurannya pun lebih besar. “Indah sekali.” Seth
terkagum-kagum.
Makin lama ia perhatikan ukuran
benda yang seperti bintang tersebut semakin membesar. Dan juga bergerak.
“Oh, Meteor jatuh sepertinya.” Seth semakin
kagum. Namun sepertinya, bintang tersebut terlihat bergerak mengarah ke bumi.
Pandangan Seth terus tertuju pada benda di langit itu. “Meteor Jatuh!
Pemandangan langka...”
Benda tersebut terlihat sudah
memasuki atmosfir bumi. “...di daerah mana ya meteor tersebut jatuh kira-kira.”
Seth menebak-nebak.
Tiba-tiba benda yang ada di langit
itu terlihat mengarah jatuh di tempat yang tidak jauh dari taman. Terdengar
ledakan yang cukup keras disertai kilatan cahaya terang. Tanah pun berguncang.
Seth terkejut akan ledakan tersebut.
“Hah! Jatuh sedekat itu!” Seth
bangkit dan berlari ke arah jatuhnya benda langit itu. Ia lari menerobos hutan
di belakang taman. Jalanan yang ia lewati penuh dengan semak-semak. Ia penasaran akan benda tersebut, walaupun
tahu bahwa ini sedikit beresiko.
Tak lama kemudian, Seth tiba di
tempat kejadian. Asap mengepul mengahalngi pemandangan, jarak pandang pun
terbatas. Ia harus berhati-hati. Terdapat kobaran api kecil di semak-semak yang
ada di sekitar.
Seth semakin mendekat. Ia mendekati
tempat jatuhnya benda langit. Hingga akhirnya ia benar-benar terkejut melihat
benda yang jatuh tersebut. Itu bukan benda langit. Itu bukan benda, itu seorang
manusia. Ia yakin. Itu seorang manusia. [...]
Sunday is gloomy the hours are slumberless dearest the shadows I live with are numberless
Little white flowers will never awaken you, not where the dark coach of sorrow has taken you
Angels have no thought of ever returning you would they be angry if I thought of joining you?
Gloomy Sunday
Gloomy Sunday with shadows I spend it all my heart and I have decided to end it all
Soon there'll be prayers and candles are lit, I know let them not weep let them know, that I'm glad to go
Death is a dream for in death I'm caressing you with the last breath of my soul I'll be blessing you
Gloomy Sunday
Dreaming, I was only dreaming I wake and I find you asleep on deep in my heart, dear
Darling, I hope that my dream hasn't haunted you my heart is telling you how much I wanted you
Gloomy Sunday
It's absolutely gloomy sunday
Yakinlah, lagu ini bertema kematian yang identik dengan tema bunuh diri.
Behind the Lyric
Di tahun 1935, Lazzo Javor seorang
penyair asal Hungaria. Menulis sebuah lagu yang berjudul Gloomy Sunday.
Lagu tersebut dijadikan irama musik oleh Rezsoe Seres., dan rekaman
lagu itu langsung meledak. Lagu itu dikarang Lazzo untuk kekasihnya
(Gak tau latar belakangnya apa?) DAN! Kejadian buruk pun terjadi,
kekasih Lazzo Javor menghempas nyawanya dengan bunuh diri selang tidak
lama peluncuran lagu tersebut. Dan di surat niat bunuh dirinya
bertuliskan 'Gloomy Sunday'.
Beberapa waktu kemudian, seorang
pegawai negeri Hongaria bunuh diri dengan menembak dirinya. Jasadnya
ditemukan telungkup diatas kopi lirik lagu Gloomy Sunday.
Lagi, seorang gadis berupaya meracuni dirinya. Setelah kepergok, diruangannya mengalun lagu Gloomy Sunday.
Ada sebuah kisah lagi yang terjadi di sebuah restoran di Budapest.
Seorang pemuda menembak dirinya ketika band musik di restoran itu baru
saja memainkan lagu Gloomy Sunday.
Ketika tahu lagu tersebut sudah memakan banyak korban, ditambah lagi
situasi yang semakin tak terkendali, pemerintah Hongaria kemudian
melarang pemutaran lagu itu di tempat umum. Namun, ketenaran lagu
Gloomy Sunday sudah menyebar ke negara lain, dan tentunya juga menambah
banyak korban. Di Inggris, lagu itu kemudian dilarang diputar BBC
(British Broadcasting Channel) karena terjadi bunuh diri lagi. Beberapa
tindakan bunuh diri juga dilaporkan kemudian di Amerika Serikat, namun
pemerintah Amerika Serikat tidak melarang pemutaran lagu itu di
negaranya (good job).
Kalau dihitung, secara keseluruhan terjadi 200 upaya bunuh diri di
seluruh dunia yang berkaitan dengan Gloomy Sunday. Di tahun 1968,
pengubah Gloomy Sunday menjadi musik yang bernama Rezsoe Seres, melompat
bunuh diri dari lantai delapan di sebuah bangunan. Dan akhirnya, dia
tidak berhasil menulis lagu laris lainnya setelah Gloomy Sunday!
Zan says:
Kesan pertama yang aku dapet,
abis dengerin ni lagu dalam berbagai versi (Rezso Seress, Emillie
Autumn, Bjork) . Kepala berasa agak pening, gak karuan, dan juga, galau
mendekati tingkat dewa. Lagunya juga, bikin addicted, bawaannya pengen
dengerin lagi, lagi dan lagi. Eits tunggu, bukan berarti aku sering
muter ini lagu, aku punya hasrat, niat dan keinginan buat bunuh diri
(dosa tau bunuh diri itu!) Ya, aku cuma penasaran aja sama ini lagu. Ya
intinya, mungkin bagi mereka yang melakukan bunuh diri setelah
mendengarkan Gloomy Sunday, mereka tidak memiliki dasar iman yang cukup
kuat... #sotoy, kaya yang imannya kuat aja
Sebenernya sih udah agak telat juga ya buat ngepost-nya. Tapi, gak apa-apa lah ya, habisnya baru sempet buka blog ini. Ya sekarang, aku mau share nih, beberapa pict dari acara buka bersama bareng ECC (English Conversation Club) yang di selenggarakan tanggal 25 kemaren. Ini dia!!!
Ini nih, suasana buka bersama awak-awak ECC SMA Negeri 11 Garut
Para guru pembimbingnya juga ikutan dong......
Hmmmm yummmiee nih makanannya....
Sayang ya, makanan yang di pesen kebanyakan.... Soalnya sedikit sih yang ikutannya
Hehehe maklumlah namnya juga ABeGe...Kalo belum foto-foto nggak afdol rasanya....Cheeeessss!
Sekali lagi deh, Cheeeerrrsssss!!!!
Terakhir, Cheeerrsss!!!!!
Oh iya sebelumnya juga saya dan segenap keluraga besar ingin mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin, Mohon maaf lahir dan batin ya....... :)
I love U Ellen Page!!!! Pertama kali aku liat Ellen Page waktu dia main di film Juno (2007). Dari situ aku langsung suka sama Page. Gimana engga coba, udah cantik, imut, gue banget dah. Dari pertama aku liat kayanya dia tipikal cewek yang lucu, cuek, dan spontan.
Page merintis karier di bidang seni peran sejak usia 10 tahun. Gadis 23 tahun ini mengawali debutnya di serial televisi paling populer di Kanada, Pit Pony, sebagai Maggie MacLean. Di awal serial, dia hanya sekali bermain. Tapi, dua tahun kemudian, Page bermain dalam 29 episode. Perannya itu mengantarkannya sebagai nomine Gemini Award untuk penampilan terbaik anak muda dalam kategori film seri, 10 tahun yang lalu.
Ketika berusia 16 tahun, Page diizinkan oleh orang tuanya untuk menetap di Eropa. Di sana dia bermain dalam film Mouth to Mouth. Saat berumur 17 tahun, Page bermain di film Hard Candy (2005) besutan David Slade. Film ini merupakan film produksi independen yang bergenre thriller psikologis. Isinya mengkritik perilaku para pedofil.
Dari film itu Page mendapat nominasi untuk kategori Terobosan Kinerja Terbaik dari Online Film Critics Society Awards. Juga dinobatkan sebagai nomine Aktris Terbaik oleh Chlotrudis Awards, dan Pendatang Wanita Terbaik oleh Empire Awards. "Film ini mendapat banyak tanggapan yang terpolarisasi,” ujar Page.
Popularitas Page baru melambung ketika dia membintangi film Juno (2007). Di film ini, dia masuk 27 nominasi penghargaan. Termasuk nominasi Golden Globe dan Piala Oscar dua tahun lalu dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik.
Meski bermain film sejak kecil, Page tidak memiliki riwayat bermain teater. Bakat seninya dipelajari di Neptune Theater School dan Vaughan Road Academy setelah lulus dari SMA Shambhalapada 2005. Keluarganya pun bukan berkecimpung di bidang seni peran. Ayahnya, Dennis Page, bekerja sebagai perancang grafis, dan ibu, Martha Philpotts, seorang guru.
Masa kecil Page akrab dengan lingkungan yang alami. Hobinya naik gunung, menjelajah hutan, serta berkemah di tepi danau di Kanada. “Aku jarang nongkrong di hotel,” katanya. Namun, di tengah popularitasnya sekarang, gaya hidupnya banyak berubah meski tak terlalu glamor. “Aku tidak benar-benar ingin melakukan hal-hal (seperti aktris) Hollywood,” katanya.
Page kerap mengungkapkan kedongkolannya kepada paparazzi. Sebab, dia dianggap menyukai sesama jenis hanya karena berciuman dengan aktris sekaligus sutradara Drew Barrymore, yang mengajaknya bermain dalam film bertema lesbian (Whip It). "Mengapa aku tidak boleh memeluk seorang wanita atas dasar persahabatan?" ujarnya.
Untuk melawan kepenatannya sebagai aktris, Page menyibukkan diri dalam kegiatan yang jarang dilakukan artis di usia muda. Dia mempelajari permaculture, yakni sistem yang menggabungkan antara produksi pangan, rumah tinggal, sumber energi, dan sifat berkelanjutan.
Sistem ini diyakini bisa diterapkan di perkotaan dan pedesaan. Page sendiri telah belajar tentang tanah sejak dua tahun yang lalu, bahkan dia terbiasa menyekop kotoran kambing. "Ini mengajari saya bagaimana hidup di bumi secara lebih holistik.”
Bersama Leonardo Di Caprio, rekannya dalam film Inception, Page terlibat diskusi serius tentang ekologi. Diskusi ini bermula dari pembicaraan dalam film keduanya yang menyinggung bidang lingkungan itu. Tapi, di luar soal lingkungan ini, Page telah lama menggemari bintang film Titanic itu. “Dulu saya menyimpan fotonya di locker sekolah,” ujarnya.
Liburan musim panas tahun ini dimanfaatkan Page berkunjung ke tanah kelahirannya, Nova Scotia, Kanada. Di sana dia kerap berdiskusi tentang energi terbarukan dan berkelanjutan. “Ini adalah persis di mana saya ingin berada sekarang,” katanya.
Biodata Ellen Page
Nama: Ellen Philpotts Page
Lahir: Halifax, Nova Scotia, Kanada, 21 Februari 1987
Orang tua: Dennis Page dan Martha Philpotts
Pekerjaan: Aktris
Pendidikan
l Shambhala School
l Neptune Theater School
l Vaughan Road Academy
Filmografi
Sebanyak 22 film layar lebar, dan tujuh film televisi maupun seri, beberapa di antaranya:
l Inception (2010)
l Peacock (2010)
l Whip It (2009)
l The Simpsons (2009)
l Smart People (2008)
l Juno (2007)
Penghargaan
Puluhan penghargaan dari festival film di Kanada dan juga Amerika Serikat, di antaranya:
l Nominasi Penampilan Terbaik dalam Film Seri Televisi, Young Artist Award (2002)
l Outstanding Performance-Female, ACTRA Maritimes Award (2003)
l Outstanding Performance Atlantic Canadian Award (2004)
l Penampilan Terbaik Gemini Award (2005)
l Aktris Terbaik Canadian Film, VFCC Award (2008)
l Nomine Penampilan Terbaik Wanita, National Movie Award, United Kingdom, (2008)
l Penampilan Terbaik Wanita MTV Award (2008)
l Nomine Aktris Terbaik Empire Award, United Kingdom, (2009)
Yay Absolutly she's one of my fave actress!!! Love U Ellen Page <3 :*
Tadi siang, aku nggak sengaja baca status facebook salah satu penerbit buku yang ada di indonesia. Isi statusnya bilang, diadakan kuis bagi-bagi buku Snow Flower and the Secret Fan. Kuisnya sendidri di selenggarakan setiap hari Jumat di jejaring sosial twitter.
Gak pake mikir panjang, langsung dah aku follow tuh twitternya. (@PenerbitMizan) Untuk ngedapetin tuh buku, kita harus nyeritain pengalaman unik yang berhubungan dengan buku yang di terbitkan oleh penirbitnya itu (mizan). Flashback. Aku inget, ada satu kejadian unik yang gak bisa di lupain. Dulu, waktu jaman smp, aku suka banget kalo ada event bazar buku (sekarang juga masih suka) Lumayan kan, novel yang suka di jual di event kaya gitu suka rada murah dari harga aslinya. Nah, kebetulan si penerbit ini ngadain event bazar tersebut.
Gini nih ceritanya. Sehabis pulang sekolah, aku udah gak sabar banget buat dateng ke bazar buku itu. Kebetulan, aku dianter sama temen-temen aku yang udah aku paksa buat ikut nemenin aku (sorry ya..^^) Begitu selesai milih-milih buku, aku ngantri di kasir buat bayar buku yang aku beli. pas aku mau bayar itu buku, eh tiba-tiba hujan turun (diatas genting....) deres banget pula. Ya udah deh aku bareng temen-temen ikut nunggu sampe reda di tenda bazar buku. Udah agak lama nunggu, nih hujan kayanya ngajak ribut. Gak berenti-berenti. Padahal, bentar lagi udah waktunya bimbel (kita semua kebetulan ikutan bimbel waktu itu). Dengan inisiatif bersama, kita bertiga manggil tukang becak. (MANG BECAK KADIEU!!!!!!) Nah, begitu di tengah jalan dan kita bertiga udah ada di dalem becak, jug si abang becaknya bersusha payah mengayuh becaknya, tiba-tiba gak ada angin, gak ada badai, tuh hujan tiba-tiba berenti! Tanpa gerimis sedikit pun! Parahnya lagi, kita bertiga tuh heboh di dalem becak sontak jadi bahan tontonan seru orang lain. Aku yakin mereka pasti mikir, "ngapain ya, tuh bocah-bocah ribut di dalem becak, mana bertiga lagi...." tapi yang namanya malu, gak ada tuh di kamus kita. Begitu kita turun dari tuh becak, kita malah senyam-senyum dengam watados. sumpah dah gak bakaln bisa lupa dengan insiden becak heboh itu.
Cerita inilah yang mengantarkanku (Cieileh) mendapatakan buku "Snow Flower and the Secret Fan" Lumayanlah dapet novel gratisan, bisa buat nemenin ngabuburit....
unforgetable moment insiden "becak heboh" with Firda Dwi Astria n' Trie Setia Wibowo
That is my lovely school SMA Negeri 11 Garut. Well, exactly I write this post just for homework.This school have an interested history to remind for me. This school have been built since 1948. Befor we known as a public schhol, this school was a vocational school for teachers has been built in 1951. With a Leader Mr. H.M. Sumarna. OK it's enough t tell about the history.
Now I want to tell about The Enviroment of School. As I know 11 Garut have a good old and classic building. Then My school always a winner of hygie competition, that be my proud as a part of this school. for examle ,our school is to be a winner (1st place) on adipura competition region of Garut 24 March ago. This is a special moment for our school. This award have been received when our senior class did national exam.
Let's talking about environment program inside the school. Our school have a program the most cleaning school of the year. This competition will be announced every two weeks two know where is the cleaning class. If the class have a most award as the cleaning class in every two week in a year. That class will be a winner as a cleaning class of the year.
How about my class?? I hates to write it. That is my bad. My class is never be a winner. At the every angle my class there's put some of scattered rubbish. And sometimes, that rubbish things makes a something smells disgusting, yikes! but i love my class, not in the way of cleaning. I really care about my class. i have a dream,maybe some days #for a long time my vlass wil be a winner as a cleaning class of the year #applause But i know that is only just a dream. But i know we can make it!!! #yeahhhhh
Yah, that's enough....
maybe sometimes I would like to write more post about my school.
xoxo ^^
Boy : Honey, I want to tell you a secret.
Girl : A secret?? what a secret??
Boy : Promise me, don' telling to anyone.
Girl : I promise, come'on just tell it!
Boy : Seriously, I'm Pregnan....
Girl : #hit him Who's a man done it to you??!@#!@$!
I hate it when it's on YouTube said, "This video is not available on your country" Where do you think I am From???? NARNIA!!!! Damn it for YouTube!!!
There are three brothers from China who want to get to America. Their named Bhu, Chu, Fhu. So, they changes their name to sounds more America. Bhu change his name being Buck. Chu change his name being Chuck. But, Fhu get sent back to China. You know why???
Justin Bieber walks between boys student, their responses:
Boys of Elementary School : OMG!!! Justin Bieber #Scream hysteris
Boys of Middle School : Oh, just another famous person... #didn"t care
Boys of High school ; OMFG!!! Justin Bieber!!! Where's my SHOTGUN?!?!?!?!?
Dear google, I just want to said something to tou. I hope you could understand. Why you don't let me finished what I'm typing on your search box. You make me looks like I am such an Idiot. Damned you!!!
Ok hello guys, #even I had a zero followers This is my first posting in my new blog. And, I don’t know what i should write for this posting #weird Hmm…..God, I don’t what I should write, but I must have to write some post for my blog, right?? Ok first I just want to tell about myself. I’m Zan, My real name is Fauzan Damara Perdana Kusuma. I’m 16 yo #when i write this post. My daily life was complicated. Sometimes my life feels so happy, normal, just like an ordinary life #almost. But sometimes, when I lead it, I feel there’s something makes me so frustrated, irregular, there something wrong with this life. I know, some people said, life is not fear, there is black n’ withe side. But is not kind like that, what i feel. I don’t know, I can’t explain it. There is things that I like more than anything. I’m fucking crazy about music. Even I can’t playing a music, but i love than anything. But I know, maybe some day I done something for music. Then, I had something that i hates so muuuuuuccchhhh. First, I hates to people that have an arrogant nature #even i am an arrogant i don’t care about me… then, i didn’t liked about strings attached. I think to the point is better #that my opinion. Then, i hates when i saw x-ray of chest part. I know that sounds silly n’ dumb. I think that looks like creepy, disgusting, pain, ouch I hates when i describe it, next topic! Ok Ireeaallly loves when rain was pouring down. I love an old school, I like an europe old architecture. then I love a photograph, I love emo photograph, landscape photograph. ok I don’t know what I should write next, #i’m sure for now. Ok maybe next time i would like for write more post for this blog. A good n’ brilliant topic I would write #maybe