Hey guys!!!! It's me again. Guess what???? I made this post at my class room. Hahaha I know, this post isn't important at all.... I just bored now and want to make this post.... Ok that's it, what I want to write..... #GEJE
#I take this poem from the movie 'Beastly' Lindy and Hunter read it beautifully, so romantic. Then I take this poem for my blog's posting :) I hope you like it :)
Payah! Gerutu Seth yang terlihat
muram dan belepotan noda merah dari minuman di sana-sini, meninggalkan auditorium
sekolah. Ia meninggalkan pesta dansa lebih awal, daripada siswa yang lain.Pesta dansa malam ini merupakan mimpi buruk
baginya. Seth, menjadi bahan lelucon teman-teman sekolahnya malam itu.
Dari awal Seth sudah mengetahuinya,
bahwa ia hanya akan di permalukan pada saat pesta dansa. Namun, ibunya
memaksanya untuk datang ke pesta dansa. Ia tidak ingin mengecewakan ibunya, dan
terpaksa datang ke pesta dansa malam itu.
Rowenna, pasangan dansanya
mencampakan Seth begitu saja. Padahal, Rowenna memohon-mohon pada Seth untuk
pergi bersamanya ke pesta dansa sebelumnya. Kini, Rowenna malah bermesraan bersama
pria lain dan tidak menghiraukan Seth.
Mark musuh bebuyutannya dan juga
kawan-kawannya, dengan sengaja menjebak Seth dan berpura-pura menyuruh Seth
membawakan beberapa minuman. Tanpa sepengetahuan Seth lantai di dekat Mark
telah di buat licin. Sehingga, ketika Seth hendak memberikan minuman tersebut
kepada Mark, ia jatuh tergelincir. Minuman yang berwarna merah tersebut, tumpah
mengguyur Seth. Seketika, Seth menjadi pusat perhatian. Yang lebih parah,
ketika ia mencoba untuk bangun ia tergelincir lagi dan lagi.
Tidak ada seorang pun yang
membantunya. Kerumunan siswa lainnya hanya mentertawakan Seth, yang bersusah
payah untuk berdiri. Berulang kali Seth mencoba untuk berdiri, namun goyah
hingga akhirnya tergelincir lagi. Setelah Seth dapat berdiri dan menyeimbangkan
tubuhnya, ia pergi meninggalkan auditorium. Seth pergi membersihkan diri.
Tuxedo milik ayahnya hampir robek di
jahitan bagian samping. Dirinya benar-benar berantakan. Rambut cokelatnya,
lengket gara-gara tumpahan minuman yang mengguyurnya saat ia terjatuh
tadi.Noda merah, yang berasal dari
minuman ada di aman-mana. Yang ingin Seth lakukan sekarang hanyalah bertemu dan
bebicara pada Hale, sahabat satun-satunya, yang selalu memberinya dukungan saat
ia terpuruk seperti sekarang. Namun, Hale kini sedang mengikuti program
pertukaran pelajar ke Inggris, dan tidak bisa memberi Seth semangat juga ikut
merasakan pesta dansa di Westfield High.
Setelah Seth selesai membersihkan
diri, ia pergi meninggalkan sekolahnya Westfield High. Baginya Westfield High
hanyalah kenangan buruk masa remajanya yang akan ia lupakan kelak nanti.
Di sekolah Seth, hanyalah siswa
pintar namun culun yang tidak di hargai dan juga tidak begitu pandai dalam
urusan bergaul. Hale hanyalah teman satu-satunya yang ia miliki. Dia dan Hale
sudah berteman semenjak mereka duduk di taman kanak-kanak. Meskipun Hale adalah
siswi populer di sekolah. Hale tidak pernah sungkan berteman dengan Seth.
Itulah yang Seth sukai dari Hale.
Seth sengaja pulang dengan berjalan
kaki dari sekolahnya. Ia sengaja mengulur waktu, agar ibunya tidak tahu bahwa
ia pulang lebih cepat. Ibunya benar-benar terobsesi dengan pesta dansa Seth.
Ibunya berharap, Seth akan menikmati pesta dansanya. Tetapi yang terjadi
sebenarnya, Seth sama sekali tidak menikmati pesta dansanya.
Westfield High sudah berada jauh di
belakang. Seth berhenti sebentar, dan melirik jam tangannya. “Hm... masih jam
10. Masih terlalu cepat untuk pulang.”Ia berjalan kembali. “Yang aku butuhkan sekarang hanyalah, pergi
menghilang dan menjernihkan pikiranku. Itu saja. Dan masalah pun hilang.
Selesai. Oh, apakah aku sudah gila! Aku berbicra sendiri!” Seth berbicara pada
dirinya sendiri. “Oke, taman. Lebih baik aku pergi ke taman, menjernihkan
pikiranku dan memikirkan, bagaimana semua masalah yang tidak dapat dihilangkan
ini, lenyap.”
Seth memutuskan untuk pergi ke
taman, menjernihkan pikirannya yang penuh masalah. Masalah besar.
Seth berbelok sebelum pulang ke
rumahnya. Taman di dekat rumahnya adalah salah satu tempat favoritnya, ketika
ia dihadapkan berbagai masalah. Di taman, biasanya Seth duduk di bawah pohon ek
tua yang berdiri kokoh, sambil menatap langit di kejauhan.
“Sempurna. Tidak ada seorang pun.
Dan sekarang akulah yang menguasai tempat ini.” Seth berjalan menuju pohon ek,
yang letaknya agak menjorok ke dalam taman. Ia duduk menyandarkan tubuhnya di
batang raksasa pohon ek tersebut.
“Ahh... sekejap menikmati
ketenangan.” Seth bersantai sejenak. Ia menatap langit malam itu yang penuh
dengan bintang. “Andai saja, aku ini adalah bintang. Yang tak perlu datang ke
pesta dansa, tak akan di campakan dan di kerjai teman-teman, dan tak perlu
memikirkan semua masalah ini. Dasar kau payah Seth.” Ia menyalahkan dirinya
senidiri.
Satu jam penuh Seth hanya memandangi
langit sambil bergumam tak jelas pada dirinya sendiri. Tiba-tiba perhatiannya
tertuju pada langit yang sedang ia pandangi.
“Hey, sepertinya aku baru pertama
kali melihat bintang itu. Aku yakin. Apakah itu venus?” Perhatian Seth tertuju
pada salah satu bintang. Cahaya bintang tersebut berpendar biru lebih terang
dari bintang lainnya. Ukurannya pun lebih besar. “Indah sekali.” Seth
terkagum-kagum.
Makin lama ia perhatikan ukuran
benda yang seperti bintang tersebut semakin membesar. Dan juga bergerak.
“Oh, Meteor jatuh sepertinya.” Seth semakin
kagum. Namun sepertinya, bintang tersebut terlihat bergerak mengarah ke bumi.
Pandangan Seth terus tertuju pada benda di langit itu. “Meteor Jatuh!
Pemandangan langka...”
Benda tersebut terlihat sudah
memasuki atmosfir bumi. “...di daerah mana ya meteor tersebut jatuh kira-kira.”
Seth menebak-nebak.
Tiba-tiba benda yang ada di langit
itu terlihat mengarah jatuh di tempat yang tidak jauh dari taman. Terdengar
ledakan yang cukup keras disertai kilatan cahaya terang. Tanah pun berguncang.
Seth terkejut akan ledakan tersebut.
“Hah! Jatuh sedekat itu!” Seth
bangkit dan berlari ke arah jatuhnya benda langit itu. Ia lari menerobos hutan
di belakang taman. Jalanan yang ia lewati penuh dengan semak-semak. Ia penasaran akan benda tersebut, walaupun
tahu bahwa ini sedikit beresiko.
Tak lama kemudian, Seth tiba di
tempat kejadian. Asap mengepul mengahalngi pemandangan, jarak pandang pun
terbatas. Ia harus berhati-hati. Terdapat kobaran api kecil di semak-semak yang
ada di sekitar.
Seth semakin mendekat. Ia mendekati
tempat jatuhnya benda langit. Hingga akhirnya ia benar-benar terkejut melihat
benda yang jatuh tersebut. Itu bukan benda langit. Itu bukan benda, itu seorang
manusia. Ia yakin. Itu seorang manusia. [...]
Sunday is gloomy the hours are slumberless dearest the shadows I live with are numberless
Little white flowers will never awaken you, not where the dark coach of sorrow has taken you
Angels have no thought of ever returning you would they be angry if I thought of joining you?
Gloomy Sunday
Gloomy Sunday with shadows I spend it all my heart and I have decided to end it all
Soon there'll be prayers and candles are lit, I know let them not weep let them know, that I'm glad to go
Death is a dream for in death I'm caressing you with the last breath of my soul I'll be blessing you
Gloomy Sunday
Dreaming, I was only dreaming I wake and I find you asleep on deep in my heart, dear
Darling, I hope that my dream hasn't haunted you my heart is telling you how much I wanted you
Gloomy Sunday
It's absolutely gloomy sunday
Yakinlah, lagu ini bertema kematian yang identik dengan tema bunuh diri.
Behind the Lyric
Di tahun 1935, Lazzo Javor seorang
penyair asal Hungaria. Menulis sebuah lagu yang berjudul Gloomy Sunday.
Lagu tersebut dijadikan irama musik oleh Rezsoe Seres., dan rekaman
lagu itu langsung meledak. Lagu itu dikarang Lazzo untuk kekasihnya
(Gak tau latar belakangnya apa?) DAN! Kejadian buruk pun terjadi,
kekasih Lazzo Javor menghempas nyawanya dengan bunuh diri selang tidak
lama peluncuran lagu tersebut. Dan di surat niat bunuh dirinya
bertuliskan 'Gloomy Sunday'.
Beberapa waktu kemudian, seorang
pegawai negeri Hongaria bunuh diri dengan menembak dirinya. Jasadnya
ditemukan telungkup diatas kopi lirik lagu Gloomy Sunday.
Lagi, seorang gadis berupaya meracuni dirinya. Setelah kepergok, diruangannya mengalun lagu Gloomy Sunday.
Ada sebuah kisah lagi yang terjadi di sebuah restoran di Budapest.
Seorang pemuda menembak dirinya ketika band musik di restoran itu baru
saja memainkan lagu Gloomy Sunday.
Ketika tahu lagu tersebut sudah memakan banyak korban, ditambah lagi
situasi yang semakin tak terkendali, pemerintah Hongaria kemudian
melarang pemutaran lagu itu di tempat umum. Namun, ketenaran lagu
Gloomy Sunday sudah menyebar ke negara lain, dan tentunya juga menambah
banyak korban. Di Inggris, lagu itu kemudian dilarang diputar BBC
(British Broadcasting Channel) karena terjadi bunuh diri lagi. Beberapa
tindakan bunuh diri juga dilaporkan kemudian di Amerika Serikat, namun
pemerintah Amerika Serikat tidak melarang pemutaran lagu itu di
negaranya (good job).
Kalau dihitung, secara keseluruhan terjadi 200 upaya bunuh diri di
seluruh dunia yang berkaitan dengan Gloomy Sunday. Di tahun 1968,
pengubah Gloomy Sunday menjadi musik yang bernama Rezsoe Seres, melompat
bunuh diri dari lantai delapan di sebuah bangunan. Dan akhirnya, dia
tidak berhasil menulis lagu laris lainnya setelah Gloomy Sunday!
Zan says:
Kesan pertama yang aku dapet,
abis dengerin ni lagu dalam berbagai versi (Rezso Seress, Emillie
Autumn, Bjork) . Kepala berasa agak pening, gak karuan, dan juga, galau
mendekati tingkat dewa. Lagunya juga, bikin addicted, bawaannya pengen
dengerin lagi, lagi dan lagi. Eits tunggu, bukan berarti aku sering
muter ini lagu, aku punya hasrat, niat dan keinginan buat bunuh diri
(dosa tau bunuh diri itu!) Ya, aku cuma penasaran aja sama ini lagu. Ya
intinya, mungkin bagi mereka yang melakukan bunuh diri setelah
mendengarkan Gloomy Sunday, mereka tidak memiliki dasar iman yang cukup
kuat... #sotoy, kaya yang imannya kuat aja
Sebenernya sih udah agak telat juga ya buat ngepost-nya. Tapi, gak apa-apa lah ya, habisnya baru sempet buka blog ini. Ya sekarang, aku mau share nih, beberapa pict dari acara buka bersama bareng ECC (English Conversation Club) yang di selenggarakan tanggal 25 kemaren. Ini dia!!!
Ini nih, suasana buka bersama awak-awak ECC SMA Negeri 11 Garut
Para guru pembimbingnya juga ikutan dong......
Hmmmm yummmiee nih makanannya....
Sayang ya, makanan yang di pesen kebanyakan.... Soalnya sedikit sih yang ikutannya
Hehehe maklumlah namnya juga ABeGe...Kalo belum foto-foto nggak afdol rasanya....Cheeeessss!
Sekali lagi deh, Cheeeerrrsssss!!!!
Terakhir, Cheeerrsss!!!!!
Oh iya sebelumnya juga saya dan segenap keluraga besar ingin mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin, Mohon maaf lahir dan batin ya....... :)